Pages

Labels

Tampilkan postingan dengan label Sepeda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepeda. Tampilkan semua postingan

Merawat Rantai Sepeda


            Rantai adalah komponen utama dalam sistem penggerak sepeda modern. Meski begitu, tidak banyak perubahan dalam rancangan rantai sepeda. Awalnya rantai sepeda menggunakan pitch (jarak antara kedua pin mata rantai) satu inchi atau 25,4 mm, yang kemudian berubah menjadi standar ½ inci atau 12,8 mm yang lebih banyak digunakan saat ini.
            “Sebagai komponen utama penggerak sepeda, rantai jelas butuh perawatan. Tanda-tanda rantai butuh perawatan adalah apabila mulai terdengar bunyi berisik saat digunakan. Bunyi ini bersumber dari kotoran yang menempel di pelat dan roller rantai. Untuk sistem penggerak multispeed, perlu perhatian ekstra pada posisi pin sambungan rantai yang mungkin bergeser atau malah pecah karena tidak kuat menahan shifting pada saat load maksimal”.
Apabila rantai tidak dirawat, banyak masalah yang bisa muncul. Mulai dari performa shifting yang terganggu, umur chainring dan cog/cassette yang lebih pendek karena lebih cepat aus, atau putus saat menerima tarikan kuat di tanjakan.
Berikut cara mudah dan murah membersihkan rantai, bila rantai Anda tidak bisa dibongkar pasang dengan mudah:
Alat-alat yang dibutuhkan:
1.      Sabun colek/degreaser
2.      Wadah
3.      Sikat gigi
4.      Lap kering
5.      Pelumas rantai

  1. Pindahkan posisi gear ke ratio yang paling kecil, agar saat membersihkan tidak mengotori bagian lain dari sepeda.
  2. Bersihkan bagian dalam rantai terlebih dahulu (yang menempel langsung ke mata chainring). Ada baiknya dibersihkan dari bagian bawah dan putar rantai agar bersih merata.
  3. Setelah bagian dalam dirasa sudah bersih, sikat pula bagian luar, kanan, serta kiri rantai. Agar aman, bersihkan rantai yang sudah menempel dengan chainring.
  4. Setelah dibersihkan, lap rantai tersebut menggunakan kain kering. Apabila membersihkannya menggunakan cairan degreaser, silahkan langsung di lap tanpa dibilas air. Tetapi apabila menggunakan sabun colek, bilas dahulu dengan air kemudian usap sampai kering.
  5. Setelah rantai bersih, jangan lupa membersihkan  cog-nya. Apabila sudah bersih, jangan lupa bilas dengan air bersih terlebih dahulu jika menggunakan sabun colek cuci piring, sebelum dikeringkan dengan lap.
  6. Terakhir, jangan lupa untuk melumasi rantai dengan pelumas khusus. Teteskan pada bagian dalam rantai terlebih dahulu. Tiriskan dan ratakan dengan lap bersih.

Merawat Sepeda Gunung


Bersepeda akan terasa nyaman bila sepeda yang kita kendarai selalu dalam kondisi prima, bagaimana merawat sepeda MTB agar selalu dalam performa yang maksimal. Salah satu cara merawatnya adalah dengan selalu mencucinya, mencuci sepeda gunung akan membuat sepeda bersih dari kotoran yang mengganggu kinerja dan performa sepeda gunung kita.

Berikut merupakan Tips dan Trik untuk merawat sepeda gunung dengan cara mencuci sepeda MTB dengan benar, tips dan trik ini memberikan teknik membersihkan MTB mulai dari sadel hingga sistem pengereman. Keseluruhan proses dapat di lakukan tidak kurang dari 35 – 40 menit. 

Berikut langkah-langkah mencuci sepeda MTB dengan baik dan benar :

1.    Lepas semua aksesoris yang berada di handle bar (stang), misal : bel, lampu, speedometer dan lain-lain. Jika anda menggunakan V brakes, lepas kabel penghubungnya dengan menekan kedua sisi calipers. Teknik melepas kabel v brakes ini berlaku juga jika anda menggunakan V brakes pada roda belakang.

2.      Putar balik sepeda anda, untuk menghindari lecet pada sadel dan grip, kita dapat memakai alas yang tidak terlalu keras dan empuk, misal kita dapat menggunakan matras dengan ketebalan 5mm.
Cara membalik sepeda dengan benar adalah anda berdiri di samping sepeda, pegang bagian suspensi depan (down tube) dan satu tangan memegang seatpost (dudukan sadel). Kemudian putar secara perlahan hingga sepeda terbalik.

3.      Melepas roda depan dan belakang, buka pengencang as roda depan dengan membuka quick release jika ada, jika sepeda anda tidak menggunakan quick release, anda harus menggunakan kunci pas sesuai dengan ukuran baut yang di gunakan sebagai pengunci as roda depan.
Untuk melepas Roda belakang, lepas pengencang as roda belakang, tarik kebelakang sistem pemindah gigi rear derailleur (RD) secukupnya sehingga roda belakang bisa di tarik ke atas dan terlepas.

4.      Membersihkan sistem penggerak (rantai, gir, pedal, rear derailleur). Siapkan sikat dan air sabun. Mulailah menyikat RD dengan sikat yang telah di basahi dengan air sabun, untuk membersihkan rantai gunakan lap kain yang lembut, basahi lap tersebut dengan air sabun, putar rantai dengan memutar pedal anda ke depan sehingga rantai berputar. Tempelkan lap pada rantai sepeda anda sehingga kotoran yang ada menempel pada lap tadi.

Lanjutkan dengan membersihkan Crank (gir, lengan pedal dan pedal bagian depan) dengan sikat yang sudah di basahi dengan air sabun, sikat secara merata dan teliti sehingga semua bagian penggerak depan terkena air sabun dan kotoran terlepas, kemudian lap dengan lap bersih. Bersihkan pedal dan bagian sisi dalam gir dengan sikat dibasahi air sabun, lanjutkan dengan mengeringkan dengan lap bersih.

5.      Membersihkan bagian bawah frame (rangka), gunakan lap kain dan air sabun. Lap secara merata ke seluruh bagian frame, handle bar (stang), bagian top tube (frame atas), dan seatways (frame belakang). Jangan lupa membersihkan kabel sifter gigi dan penarik rem.

6.      Membersihkan Sistem Roda. Gunakan lap kain dan air sabun roda depan dan belakang, anda dapat menggunakan cairan pembersih kotoran jika ada kotoran yang susah di buang, misal menggunakan WD-40. Bersihkan kotoran pada as roda, hub dan keseluruhan roda termasuk jari-jari roda.
Jika anda menggunakan cakram pada roda anda cukup sikat dengan teliti di semua bagian cakram.

7.      Mengecek Sistem Roda. Pasang kembali roda depan dan belakang, pastikan quick release roda terpasang dengan baik dan dapat mengunci roda dengan sempurna. Mungkin kita sedikit menemui kesulitan untuk memasang kembali roda belakang, tipsnya masukan gir belakang di antara mata rantai dan tekan ke bawah sehingga dapat masuk ke dudukan roda belakang dengan sempurna, lakukan dengan hati-hati.

Setelah semua roda terpasang cek putaran roda baik depan dan belakang amati dengan seksama apakah goyang atau tidak, jika goyang kemungkinan besar jari-jari roda perlu di stel ulang. Anda dapat memperbaikinya sendiri dengan menggunakan kunci jari-jari roda atau membawanya ke bengkel sepeda.

8.    Cek Sistem pengereman. Merupakan salah satu bagian vital dari sepeda ada rem, jika tidak dapat berfungsi dengan baik keselamatan kita menjadi taruhannya. Untuk mengecek rem roda depan berdirilah di depan sepeda anda dan tekan rem roda depan, kemudian tarik sepeda ke depan jika frame dan roda belakang terangkat berarti rem roda depan masih berfungsi dengan baik, jika tidak segera ganti kampas rem depan dengan yang masih bagus.

Untuk rem roda belakang, berdirilah di depan sepeda anda dan tekan rem belakang, jika roda depan terangkat diantara sela kaki anda kemungkinan rem belakang masih berfungsi dengan baik, jika tidak segera cek dan ganti kampas rem dengan yang baru.
Kedua tips untuk pengecekan sistem pengereman tersebut dapat di terapkan baik rem dengan V brake atau dengan Disc brake. Cek semua setelan kabel atau minyak rem (disc brake dengan oil).

9.      Pelumas. Tip untuk melumasi bagian-bagian penting sepeda gunung anda adalah bagian rantai, shifter, sistem penggerak roda depan dan belakang (FD-RD), pedal dan lengan pedal.

Gunakan pelumas yang bagus jangan menggunakan oli bekas, gunakan cairan pelumas yang khusus untuk rantai, banyak beredar di pasaran adalah pelumas untuk rantai kendaraan roda 2 bermotor.

Tips Merawat Sepeda


Merawat sepeda merupakan aktifitas wajib setelah menggunakan sepeda, terlebih setelah melintasi jalan becek, berlumpur ataupun berdebu. Merawat sepeda ini merupakan kewajiban agar sepeda menjadi awet dan siap untuk digunakan kembali di lain waktu.
Tidak perlu menjadi teknisi handal untuk bisa melakukan perawatan rutin, tidak perlu juga membeli peralatan mekanik khusus. Anda hanya perlu memiliki kemauan untuk meluangkan sedikit waktu merawat sepeda. Jika anda sudah memiliki kemauan dan waktu, berikut ini langkah-langkah yang direkomendasikan Polygon Bicycle School.


  • Lepas semua aksesoris elektrik, speedometer, lampu, tas sadel dan sejenisnya. Cuci bersih sepeda dengan menggunakan air bertekanan sedang. Jangan pernah mencuci sepeda sekotor apapun dengan air bertekanan tinggi (steam). Air bertekanan tinggi akan menembus masuk ke komponen yang seharusnya terlindungi dari air. Pakailah sabun atau shampo pencuci mobil atau motor. Gunakan sikat lantai untuk merontokkan dan membersihkan ban luar dari lumpur kering dan kotoran lain. Ingat sikat yang terlalu kaku bisa melukai permukaan ban dan meninggalkan bekas parut. Pergunakan sikat gigi bekas untuk membersihkan yang sulit dijangkau. Seperti tube seputar front derailleur, bagian dalam cassete dan lainnya. Bersihkan cassete dan rantai dengan kuas sambil disemprot air.
  • Segera keringkan frame sepeda dengan kain khusus penyerap air. Coba miringkan sepeda ke kiri dan kanan untuk membuang air yang terperangkap masuk ke bagian frame. Frame sepeda yang baik selalu menyediakan lubang buangan air di beberapa bagian frame untuk memudahkan air mengalir keluar.
  • Langkah selanjutnya, bersihkan rantai dengan degreaser secara hati-hati agar tak mengenai frehub cassete, rear derailleur, frame dan bottom bracket. Tunggu sampai rantai kering dan bersih. Setelah itu lumasi dengan lubricant khusus rantai. Berikan lubricant di daerah derailleur depan dan belakang. Cobalah mainkan shifter dan pastikan keduanya berjalan dengan sempurna. Terkadang anda harus melakukan fine tuning setelah sepeda di mainkan di medan berat.
  • Sambil menunggu rantai kering, berikan zat pelapis frame yang mampu melindungi frame dari benturan kecil seperti kerikil.
  • Lakukan pengecekan beberapa bagian komponen dengan alat /kunci yang sesuai. Hampir semua sepeda sekarang menggunakan allen key. Cek stem, headset, handlebars, rear derailleur, front derailleur, dan semua bagian mekanis. Pastikan semuanya telah terpasang dengan kencang dan sempurna.
  • Sumber : Harian Kompas

Pemicu Munculnya Kram Otot



Spasmofilia
                Perubahan suhu yang besar, dehidrasi, atau kadar garam dalam darah yang rendah dapat menjadi pemicu munculnya kram otot. Dalam banyak kasus, kram otot juga seringkali merupakan gejala awal komplikasi kehamilan, penyakit ginjal, tiroid, sindrom restlessleg, yaitu kondisi dimana kaki merasa ketidaknyamanan yang sangat ketika dudukvatau berbaring.
                Penyebabnya bisa banyak hal. Aliran darah yang kurang kuat ke daerah otot yang bersangkutan, kelelahan yang berlebih, posisi tubuh yang salah ketika melakukan gerakan, cedera, dan masih banyak lagi. Sementara terjadinya kram dalam intensitas yang terlalu sering, bisa jadi indikasi terjadinya penyakit tertentu misalnya spasmofilia.
                Spasmofilia merupakan gangguan yang ditandai dengan kedutan otot, kram, dan kejang otot. Dan jika kondisinya parah, maka akan menyebabkan kejang-kejang seluruh tubuh. Kondisi ini terjadi karena ketidak seimbanganya elektrolit didalam darah. Bisa disebabkan karena kurang kalsium, atau juga karena kekurangan magnesium yang mungkin saja terkait dengan hiperventilasi (nafas yang berlebihan akibat kecemasan atau panik), rakhitis (pelunakan tulang), atau kondisi lainya.
                Kemunculanny pun tidak dapat dideteksi dan tidak mengenal umur. Akan tetapi bayi, lansia, penderita obesitas, dan atlet memiliki resiko paling tinggi. Atlet paling sering mengalami kram otot pada awal musim ketika tubuh merreka belum sepenuhnya siap. Kram pada atlet dapat terjadi selama atau setelah periode aktivitas fisik yang berat.
                Dari semua itu, yang perlu dicatat adalah kram otot dapat terjadi ketika Anda sedang beristirahat, tidur, berolahraga atau melakukan kegiatan sehari-harinya.

Pijat, Kompres, dan Minum
                Berikut ini beberapa tips yang dapat Anda praktikan saat anda mengalami kram otot:
  • Lenturkan bagian otot Anda yang terkena kram. Jika terjadi pada kaki, tekuk jari-jari kaki ke arah atas.Pegang jari-jari kaki dan tarik ke arah lutut.
  • Pada saat yang sama, pijat betis Anda dengan lembut.
  • Jika kram tidak terlalu menyakitkan, cobalah berjalan dengan perlahan dengan tumit Anda sebagai tumpuan.
  • Jika mengalami kram otot ketika latihan atau perlombaan, cobalah minum air yang cukup atau bisa juga meminum sport drink yang dilengkapi kandungan elektrolit, karena dehidrasi merupakan salah satu penyebab terjadinya kram.
  •  Ambil sekantong air es atau air hangat dan kompres di bagian kaki yang kram untuk membantu mengendurkan otot.
  • Kina merupakan obat klasik yang dipercaya untuk mengatasi kram pada kaki. Minum segelas air tonik mengandung kina dapat membantu meringankan kram Anda.

Siasat Sebelum Gowes
                Hal pertama yang perlu di ingat adalah cegah dehidrasi selama latihan dengan minum cairan elektrolik yang cukup sebelum dan di sela-sela bersepeda.
                Jangan lupa untuk melakukan pemanasan terkebuh dahulu. Luangkan waktu Anda sekitar 5 sampai 10 menit. Setelah melakukanya, anda juga dapat menyeimbangkanya dengan melakukan perenggangan.
                Seimbangkan durasi peregangan dengan intensitas latihan. Semakin tinggi intensitas latihan, semakin lama durasi peregangan yang dibutuhkan. Selama peregangan, pertahankan posisi sesuai dengan kelenturan tubuh Anda. Jika otot Anda cenderung kaku, pertahankan posisi selama 15-30 detik. Hal tersebut akan memperbaiki sirkulasi dan kelenturan tubuh, sekaligus mencegah cedeara otot.
                Selama bersepeda, jangan menyentak-nyentakkan kaki, terlalu keras. Menyentakan kaki terlalu keras dapat membuat otot tertarik dan memperbesar kemungkinan terjadinya kram. Setelah latihan, akhiri kegiatan gowes Anda dengan pendinginan. Pendinginan dilakukan agar tubuh kembali rileks, dan darah tidak tertarik secara tiba-tiba. Caranya, cobalah bersepeda santai, berjalan atau meregangkan tubuh kurang lebih 8-10 menit.

sumber : RIDEBIKE magazine.

Merawat Seatpost

Seatpost merupakan bagian sepeda berbentuk pipa yang terdapat antara seat tube dan sadle. Fungsinya adalah untuk menakar tinggi atau rendahnya dudukan pengendara saat bersepeda. Bahan dasar seatpost bermacam-macam, seperti Aluminium, karbon, bahkan titanium. Setiap bahan dasar yang dipakai, memiliki keunggulan masing-masing. Namun, keunggulan tersebut tidak dapat dirasakan jika tak dirawat dengan benar.
Prinsip dasarnya, seatpost yang baik adalah yang tidak goyang atau pun tidak berbunyi saat dikendarai. Kedua hal tersebut biasanya terjadi karena setelan yang kendur serta kotoran setelah gowes yang masih menempel dibagian tersebut lalu tergesek-gesek. Di beberapa kasus, jika dibiarkan terlalu lama, kotoran seperti ini bisa merusak seatpost atau quick-release, bahkan seat tube. Sehingga kenyamanan terganggu.
Berikut langkah-langkah cara merawat dan membersihkannya:
Tools :
·         Kunci L
·         Chamois (kanebo)
·         Sikat gigi & lap basah
·         Pelumas jenis grease

Kunci L

Chamois (Kanebo)
1.      Longgarkan quick release (seat clamp) pada seat tube, lalu lepaskan seatpost sepenuhnya.
2.    Setelah seatpost terlepas dari seat tube, giliran sadel yang dilepas dengan kunci L. (pastikan Anda ingat letak baut serta setelan dudukan sadel pada seat post sebelum Anda melepaskanya).
3.      Bersihkan dahulu kotoran-kotoran yang menempel dengan lap basah. Jika perlu, memakai sabun cuci.
4.     Setelah dicuci dan dibersihkan, keringkan seatpost dengan lap chamois (kanebo). Baru setelah itu keringkan dengan lap kering. Pastikan betul bahwa seatpost benar-benar kering. Sisa-sisa air dapat menyebabkan karat.           
5.   Selain membersihkan seatpost, bersihkan juga bagian dalam seat tube, terutama pada bagian dalam bibir seat tube yang terdapat quick release. Biasanya bagi mereka yang suka bermain lumpur, pada bagian ini sering terdapat pasir atau sisa tanah yang mengeras. Inilah yang berpotensi yang menimbulkan bunyi.
6.   Setelah semuanya benar-benar bersih dan kering, Anda dapat memasang kembali sadel pada seatpost. Kemudian, masukan kembali seatpost kedalam seat tube. Untuk mencegah timbulnya karat serta memudahkan bongkar pasang dan penyetelan seatpost, lumasi dengan pelumas jenis grease.
Seat Clamp

Saddle

Seatpost
Seat Tube

Ada dua jenis pelumas untuk merawat sepeda, yang pertama pelumas berbahan cairan seperti oli atau minyak yang biasanya disemprot. Kedua jenis grease yang berbentuk seperti odol atau pasta. Masing-masing meiliki kegunaanya, oelumas cair biiasanya digunakan untuk bagian sepeda yang bergerak (rantai, bottom bracket, derailleur, dll), sedangkan yang grease digunakan untuk bagian yang sedikit bergerak (seatpost, headtube, sil-sil baut, dll).

Pelumas Jenis Grease

Pelumas Jenis Cair atau Spray
Catatan:
-          Atur tinggi rendahnya seatpost, demi kenyamanan berkendara.
-     Untuk mengatur tingginya seatpost agar nyaman, perlu diperhatikan batas maksimal ketinggianya. Batas tersebut biasanya ada pada dinding bagian luar seatpost. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan ukuran sepeda yang Anda pakai. Apakah sudah sesuai dengan tinggi badan Anda atau belum.
-    Seatpost yang dipasang melewati batas maksimalnya akan berbahaya untuk berkendara. Bahkan dapat menyebabkan seat tube Anda retak, karena mendapat bobot yang tidak sesuai.
-          Batas yang di anjurkan adalah tidak melebihi sepertiga dari panjang seatpost tersebut.

sumber : RIDEBIKE magazine.